Pengertian / Definisi, Penyebab, Diagnosis Dan Cara Penanganan Asam Urat
Apakah Anda tiba-tiba pernah merasakan rasa sakit yang sangat mengganggu pada bagian sendi, terutama sendi jempol kaki dibarengi dengan bengkak kemerahan? Jika pernah mungkin Anda menderita penyakit asam urat atau nama yang lain yaitu penyakit pirai atau gout. Penyakit ini merupakan sejenis radang sendi yang disebabkan oleh pengkristalan natrium urat di dalam atau di sekitar sendi. Penyakit asam urat hanyalah salah satu dari dua ratus lebih bentuk penyakit radang sendi yang berbeda-beda.
Beberapa kristal yang bertumpuk akan keluar dari tulang beresiko dan menciptakan lapisan lembut pada sendi yang disebut sinovium mengalami radang yang terasa menyakitkan. Ketika ini terjadi, itu memiliki arti penderita sedang mengalami serangan asam urat.
Pada risikonya, kristal yang tertumpuk akan membentuk gumpalan keras yang disebut tofi. Tofi ini bisa mengakibatkan kerusakan pada tulang riskan sendi dan tulang di sekitarnya. Jika tidak segera ditangani, bisa mengarah pada kerusakan sendi permanen dan jika sudah seperti ini, sendi akan terasa kaku dan sakit dikala digerakkan.
Ada beberapa faktor yang mampu meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit asam urat, diantaranya yakni:
- Kelebihan berat tubuh atau obesitas.
- Umur dan jenis kelamin. Penyakit asam urat cenderung dialami mereka yang berusia lebih bau tanah dan kaum pria.
- Sering mengonsumsi makanan yang banyak mengandung purin mirip otak, hati, ginjal, kaldu, jantung, ikan makarel, ikan sarden, dan kerang-kerangan.
- Terlalu banyak mengonsumsi minuman keras mirip spirit atau bir.
- Memiliki hipertensi atau diabetes.
- Memiliki problem pada ginjal yang dapat mengusik pembuangan asam urat.
- Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit ini.
Diagnosis Penyakit Asam Urat
Untuk mendiagnosis apakah Anda menderita gout, umumnya dokter akan menilik keberadaan kristal-kristal natrium urat di dalam sendi-sendi Anda. Sebelum melaksanakan tes, pertama-tama dokter akan bertanya perihal riwayat kesehatan serta gejala-tanda-tanda yang Anda alami, mirip:
- Lokasi sendi yang terasa sakit
- Seberapa cepat gejalanya muncul
- Seberapa sering Anda mengalami tanda-tanda tersebut
- Apakah Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu
- Apakah di keluarga Anda ada yang menderita penyakit gout
Berikut adalah fase dalam penyakit asam urat :
1. Fase Asimtomatik
Fase Asimtomatik ialah fase permulaan. Bila dirasakan kadar asam urat meningkat namun tidak mengakibatkan tanda-tanda yang signifikan, cuma mencicipi encok pada pinggang yang menjadikan tekanan darah tinggi atau sakit pada bab punggung.
2. Fase Akut
Dalam fase akut ini, lazimnya asam urat naik secara datang-datang dan dinikmati pada waktu malam hari atau menjelang pagi. Biasanya penderita asam urat fase akut ini akan mencicipi rasa nyeri yang begitu andal pada bagian ibu jari kaki, tetapi akan hilang secara perlahan dan sendirinya dalam waktu 2 ahad.
3. Fase interkritikal
Bila penyakit asam urat dimengerti semenjak dini lewat pemeriksaan ketika awal pertama adanya gejala asam urat. Seseorang mampu menghalangi dan mengobatinya sejak dini sehingga penderita asam uarat dapat kembali bergerak normal serta melaksanakan berbagai acara apapun tanpa rasa sakit sama sekali.
Jika kadar asam urat dalam darah meningkat, akan memicu penyakit lain yang cukup riskan, diantaranya:
- Arthritis gout, peradangan pada persendian, utamanya sendi perifer atau tunggal.
- Batu ginjal.
- Kerusakan ginjal akut, sehingga mengaharuskan penderita untuk melaksanakan cuci darah.
- Tekanan darah tinggi.
Penanganan penyakit asam urat
Penanganan penyakit asam urat mempunyai dua target utama, ialah meringankan gejalanya dan menghalangi serangan terulang kembali.
Dalam merenggangkan tanda-tanda, Anda bisa melakukannya dengan menempelkan kantung es pada bab sendi yang terasa sakit. Anda juga mampu mengonsumsi obat pereda rasa sakit mirip obat anti inflamasi non steroid (OAINS). Selain obat tersebut, obat yang lain seperti colchicine atau corticosteroids kadang kala dibutuhkan.
Untuk menangkal kambuhnya serangan asam urat, Anda mampu melakukannya dengan memperbaiki teladan hidup, seperti menurunkan berat badan bagi yang obesitas atau mengonsumsi obat-obatan penurun kadar asam urat, contohnya allopurinol.
Kombinasi obat-obatan dari dokter serta perilaku hidup sehat terbukti ampuh dalam menurunkan kadar asam urat dan melarutkan kristal-kristal penyebab penyakit tersebut. Banyak diantara mereka yang tidak lagi mengalami serangan asam urat di kurun mendatang setelah menerapkan cara pengobatan ini.
Jumlah perempuan yang terkena penyakit asam urat lebih sedikit dari laki-laki. Hal tersebut tidak terlepas dari peran hormon estrogen pada perempuan yang bisa menurunkan kadar asam urat dan memperlancar pembuangannya lewat ginjal. Namun keunggulan tersebut cuma berlaku pada perempuan yang masih dalam kala subur saja. Setelah perempuan mengalami menopause, kadar asam urat lebih gampang meningkat dan mereka pun menjadi rentan kepada serangan. Kaum pria lazimnya menderita gout sehabis berumur 30 tahun, sedangkan bagi kaum wanita lebih besar kesudahannya setelah berumur 60 tahun.
Komplikasi akibat penyakit asam urat
Meski penyakit asam urat jarang menimbulkan komplikasi, tetap patut kita waspadai. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi diantaranya:
Munculnya benjolan keras yang disebut tofi di sekitar area yang mengalami radang. Benjolan ini mampu dirasakan di bawah kulit.
Kerusakan sendi permanen akhir radang yang terus berlangsung yang diperparah dengan pembentukan tofi di dalam sendi yang menghancurkan tulang beresiko dan tulang sendi itu sendiri. Kerusakan permanen ini biasanya terjadi pada masalah yang dibiarkan selama beberapa tahun. Batu ginjal yang disebabkan oleh pengendapan asam urat yang bercampur dengan kalsium di dalam ginjal.
Semoga kita semua terlindungi diri dari asam urat ini! amin.
No comments
Post a Comment